Buku
Mendorong perjumpaan merawat keragaman; 18 catatan inspiratif dari tahun kedua CONVEY Indonesia
Proyek CONVEY dimulai dari kegelisahan dari beberapa orang yang melihat betapa mimpi tentang Indonesia yang menghargai keragaman harus terus tumbuh dan berkembang. Kegelisahan ini banyak dipicu dengan maraknya kekerasan, ekstremisme dan dukungan atas sikap intoleransi terutama di kalangan generasi muda di tanah air. Berbagai studi dan survey menunjukkan tendensi yang menyedihkan ini. Generasi muda kita sedikit banyak terpapar radikalisme dan ekstremisme. Ia bisa menjadi api dalam sekam yang suatu saat akan membakar ladang kebinekaan kita. Atas dukungan UNDP, kegelisahan atas fenomena ini mendapatkan momentum ketika berbagai komunitas, lembaga dan organisasi secara bersama-sama merumuskan pekerjaan besar membangkitkan kesadaran kolektif. Sebuah kesadaran negara tercinta yang sejak awal sangat beragam ini tidak porak poranda karena perbedaan dan perpecahan. Semua sepakat bahwa pertikaian dan kekerasan yang sebagian besar dipicu oleh sikap eksklusif dan mau menang sendiri harus diakhiri. Semua sepakat bahwa perdamaian dan sikap saling menghargai harus terus dipupuk. Yang menjadi masalah adalah bagaimana memulainya dan bagaimana caranya. Cerita-cerita yang ada dalam buku ini adalah penggalan kecil dari upaya yang dilakukan oleh berbagai individu maupun berbagai komunitas dan organisasi penggerak perdamaian di tanah air yang terlibat dalam Proyek CONVEY. Ada yang sangat intens dengan riset dan survei dengan standar akademik yang sangat tinggi; ada yang bergerak dalam kampanye-kampanye publik yang dikemas dengan format yang begitu variatif; ada yang secara efektif menggunakan kekuatan sosial media untuk menyebarkan budaya damai. Cerita-cerita dalam buku ini ada juga yang bersifat lebih sebagai pengalaman subyektif. Ada tentang perubahan cara pandang; ada juga tentang pengalaman baru yang betul-betul membalikkan semua prasangka yang selama ini tertanam kuat. Ada tentang penelitian yang baru yang belum pernah dirambah; ada juga tentang tantangan lapangan yang di luar perkiraan. Individu-individu, komunitas dan organisasi ini, dengan kerja keras yang luar biasa dan dengan cara yang berbeda-beda, semuanya bermuara pada tujuan sama: memberikan sumbangsih untuk mencegah ekstremisme dan kekerasan; mengembangkan budaya menghargai dan menghormati atas perbedaan yang menjadi fitrah kemanusiaan. Kegiatan-kegiatan yang menjadi bagian dari proyek CONVEY ini memang masih sangat dini untuk dikatakan berhasil. Butuh stamina dan konsistensi yang terus harus dijaga agar mimpi tentang Indonesia yang menghargai keragaman ini bisa menjadi mimpi yang dishare oleh semua orang terlepas perbedaan etnis, agama maupun golongan. Mimpi dimana semua orang dihargai karena kemampuan, integritas dan pengabdiannya. Bukan karena etnis, agama atau golongannya. Mimpi tentang kelompok mayoritas yang mengayomi minoritas dengan tulus. Proyek CONVEY ini tak ubahnya seperti menanam pohon jati yang mungkin baru dinikmati nanti pada generasi mendatang. Dengan logika menanam pohon jati ini maka proyek ini memang semenjak awal menjadikan isu pendidikan (terutama pendidikan agama) sebagai titik awal melangkah. Ada keyakinan yang kuat bahwa melalui pendidikan-lah sebuah nilai dan kesadaran bisa ditanamkan. Semakin kuat akarnya, semakin kuat pula batang pohon itu dan semakin rimbun pula dedaunnya. Dengan bibit-bibit generasi muda yang semenjak awal mendapatkan pendidikan yang baik merawat kebinekaan, kita berharap akan banyak pohon jati baru dengan akar kuat yang terus menerus menyuarakan kebaikan dan perdamaian. Masih banyak pekerjaan besar yang harus dilakukan untuk menjadi rumah keindonesiaan kita. Tanpa kesadaran bersama dan kerjasama yang terus menerus, rasanya mustahil pekerjaan ini bisa mencapai tujuan yang diharapkan itu.
Kisah-kisah dalam buku ini menunjukkan betapa kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masingmasing individu, komunitas, lembaga dan organisasi menjadi mosaik yang terajut utuh bagi upaya merawat kebinekaan dan menginternalisasi budaya keragaman di tanah air. Semoga mimpi ini bisa juga diamini oleh para pembaca semua.
Tidak tersedia versi lain